Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

PRINSIP HYGIENE SANITASI MAKANAN


PRINSIP HYGIENE SANITASI MAKANAN
Terjemahannya ialah TATA CARA PENGOLAHAN PRODUK MAKANAN SECARA HIGIENIS.

KENAPA KITA HARUS MENGELOLA MAKANAN  SECARA 

HYGIENIS ?


Tujuan;

CAPASITY BUILDING PENGUSAHA MAKANAN DAN MASYARAKAT UNTUK BISA MEMAHAMI DAN MAMPU MENANGANI MAKANAN BAGI KELUARGA & MASYARAKAT Sehingga mereka bisa mengakses makanan :
- Secara lebih SEHAT, AMAN DAN HYGIENIS.
- Mencegah terjadinya keracunan makanan

Kenapa?
Masih adanya kasus keracunan makanan
Akses masyarakat thd makanan sehat,aman dan hygienis masih kurang
Perlu Capasity Building Masy & Petugas
Perlu diadakan sosialisasi Hygiene Sanitasi Makanan

BEBERAPA CONTOH MAKANAN DAN MASALAH YANG PERLU DIPERHATIKAN

  1. PEMILIHAN BAHAN MAKANAN
  2. PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
  3. PENGOLAHAN MAKANAN
  4. PENYIMPANAN MAKANAN MASAK
  5. PENGANGKUTAN MAKANAN
  6. PENYAJIAN MAKANAN

.......Read More//KLIK Download Artikel Lengkap PDF......



Tips Memilih Mahar Untuk Pernikahan

sumber gambar "chicho craft"kota malang

Salah satu yang menjadi pikiran kaum pria saat memutuskan untuk menikah adalah mengenai maskawin atau mahar untuk pernikahan. Meski banyak hal yang dipikirkan seperti biaya resepsi, baju pengantin, katering makan, dan lain-lain.

Belum lagi adanya tradisi adat yang mengatur berbagai pemberian lain seperti uang hantaran ,kue hantaran,sandangan serta pernak pernik sejenisnya.
Dilihat dari segi utama,
Keadaan ini tentunya menjadi hal yang harus dipikirkan matang-matang jauh sebelum pelaksanaan. Di satu sisi, pengadaan resepsi hukumnya tidak wajib, tetapi justru lebih menekan syaraf pikiran, tenaga dan materi yang lebih besar.

Sementara di sisi lain, ada hak seorang perempuan yang dinikahi, yaitu maskawin atau mahar untuk pernikahan yang hukumnya wajib, justru tidak di indahkan dan di gampangkan.
--------------------------------------------------------
Oleh karena itu,beberapa tips berikut ini bisa menjadi pertimbangan;

1.Sesuaikan budged. Pastikan jumlah nominal maskawin dengan cara kesepakatan antara kedua calon mempelai.(INGAT,sebaik baik mahar adalah yang tidak memberatkan).


2.Bermusyawarahlah untuk mengetahui berupa apa yang akan diberikan.(karena dengan musyawarah akan diberi kemudahan keduanya).

3.Jika diberikan dalam bentuk kerajinan mahar,jangan lupa kaum pria nya memberikan uang nominal yang asli ke pihak wanita ya,,karena sekarang mahar dalam bentuk uang asli tidak diperbolehkan.
Beda lho dan jangan di anggap bahwa uang untuk beli ke pengrajin mahar  lalu di berikan ke istri sama seperti memberikan mahar,karena memang sekarang jasa membuat mahar yang profesional terbilang lumayan budgednya.
-------------------------------------------------------------------
4.Pilihlah model yang mendekati/ sesuai,hobi,kesukaan sobat.
Misal calon pasangan sama-sama suka animasi film kartun,tentunya mulai bisa menggambarkan seperti apa yang akan dibuat.bisa jadi ada gambar kartun disela sela hiasannya.
atau sesuai pola pikir visi dan misi,nanti akan membentuk suatu model alat transportasi yang menggambarkan maju bersama mencapai tujuan.Dan mengisyaratkan siap bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga.

sumber gambar "chicho craft"kota malang

5.mengganti dengan benda lain yang tentunya harus sebagai syarat utama pemberian maskawin yang di ijinkan calon istri,mungkin berupa bingkai foto yang ada emasnya,pohon uang logam,barang kesukaan,barang yang mendukung hobi si dia,sepasang sandang yang ada inisial nama berdua,sepasang cincin dalam pigura,sepaket make up branded,tas branded,dll.

6.Nah yang ke enam ini mungkin bisa jadi panduan,sesuaikan model hiasan maskawin dengan usia calon,karena gak mungkin juga pemberian oleh pasangan pria yang usianya sudah tua,menghias maharnya dengan model Abg kekinian☺,kesannya kurang pantas,terlalu jadul juga kurang nyaman di pandang.Jadi jangan malu untuk berkonsultasi pada teman dekat.

Okey sahabat..............

Semoga manfaat.
tempat cari mahar
#maharpernikahan #maharmurah #maharmalang #maharmurahmalang #maharhits #maharkotamalang #maharbagus #maharunik #maharsiluet #maharkoinwajah #maharscrapframe #maharpopup #maharcantik #maharlucu #maharkekinian #maharminimalis #mahar3d #chichocraft #weddinggift #maharperkawinan #maharuang #maharkeren

Seni Membuat Mahar Craft

sumber gambar "chicho craft"kota malang

Seni membuat kerajinan mahar atau biasa di sebut mahar craft adalah suatu bentuk pembuatan karya kerajinan yang memiliki makna tertentu dengan di maksudkan sebagai pemberian calon pengantin pria kepada calon pengantin perempuan.
Sedangkan pengertian mahar sendiri dalam bahasa Indonesia adalah maskawin atau harta yang wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan sebab akad nikah dan menjadi syarat sahnya pernikahan,meskipun dalam bentuk yang berbeda tetapi harus sesuai dengan kadar harta oleh kesepakatan keduanya.

Lebih jauh lagi.........
Mahar atau maskawin tersebut menjadi barang wajib yang harus di serahkan tidak boleh terlewatkan disetiap proses pernikahan,serta menjadi simbol pemberian harta suami kepada istrinya.Tetapi makna dibalik itu/tujuan utama dari kewajiban pemberian mahar ini  adalah untuk menunjukkan kesungguhan niat suami untuk menikahi perempuan sebagai istri dan menempatkannya pada derajat yang mulia,sehingga ikut mengakui bahwa wanita merupakan makhluk yang mempunyai hak sama ,patut di hargai,juga punya hak untuk memiliki harta.

Kembali pada topik seni pembuatan mahar,
Dengan penjelasan keistimewaan diatas itulah,banyak bentuk tatanan yang selama ini ada,selalu dibuat semenarik mungkin.

1 2 3

seni menghias kuku


"Seni menghias kuku atau dalam bahasa asingnya disebut nail art "
Wanita memang selalu ingin terlihat sempurna dalam hal penampilan, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki nya. Memang kalo kita bicara mengenai fashion tidak akan ada habisnya, karena dunia fashion semakin terus berkembang seiring perkembangan zaman yang begitu pesat.
Dalam artikel kali ini kami ingin berbagi informasi tentang cara membuat nail art atau desain kuku. Nail art memang bisa dibilang bagian penting untuk penampilan kaum wanita, karena dengan memiliki kuku yang cantik dan unik tetunya akan semakin mempercantik penampilan anda.

Ada beberapa teknik dari alat nail art diantaranya kuas kecil, pernak-pernik kuku, dan yang paling penting adalah cat kuku. Dalam pembuatan nail art atau desain kuku tentunya dibutuhkan sedikit ketelitian dan kemampuan berimajinasi agar hasil yang didapatkan lebih maksimal. Nail art bisa dibuat secara manual atau menggunakan mesin nail art. Tergantung selera anda lebih menyukai yang mana dibuat secara manual atau menggunakan mesin..??
Namun jika anda ingin sedikit menghemat pengeluaran sebaiknya menggunakan teknik yang manual saja, karena hal itu bisa sedikit menghemat pengeluaran anda dan tentunya nail art yang dihasilkan terlihat lebih natural dan alami.
karena kami akan memberikan contoh gambar nail art yang lucu, cantik dan unik.
Berikut adalah gambar-gambar nail art yang bisa jadi inspirasi untuk menghias kuku cantik anda 

finishing kayu berbasis air dengan teknik kuas

water based wood finishing dengan teknik kuas untuk subtitute plitur serlak india


Teknik finishing dengan kuas atau oles ini umumnya digunakan untuk aplikasi bahan finishing gum serlak atau banyak dikenal di indonesia dengan istilah pelitur serlak india. Namun pada artikel ini kita akan membahas tentang teknik finishing dengan bahan water based wood varnish yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Teknik finishing kayu dengan cara kuas atau oles sudah dikenal lebih lama dibangkan teknik semprot. Teknik kuas ini dapat dilakukan oleh siapapun karena cukup mudah dan hanya memerlukan alat bantu yang sederhana seperti kuas dan beberapa kain katun. Sehingga cocok diterapkan pada pekerjaan finishing kayu dalam sekala kecil seperti kerajinan kayu atau untuk kebutuhan rumah tangga.

Teknik finishing kuas ini dapat diterapkan pada media kayu solid, playwood, MDF dll Alat yang dibutuhkan

    Kuas halus
    Kaun katun halus (kalau bisa berwarna putih)
    Wadah

Bahan / material finishing

    Biocolor base color (sesuai warna pilihan)
    Biovarnish atau BioPoliture
    Air bersihsebagai pengencer

Cara Aplikasi Persiapan media :

    Pastikan permukaan media (kayu, plywood, MDF dll) telah halus dan bebas dari debu, kotoran atau bekas minyak atau sejenisnya
    Jika pada permukaan kayu terdapat lubang kayu, lubang serat kayu terlalu lebar atau cacat tektur kayu lainnya sebaiknya didempul dengan Biocolour wood puty atau Biocolour wood filler terlebih dahulu.

Pewarnaan dasar (Biocolour base color)

    Gunakan bahan pewarna Biocolour base color sebagai warna dasar dengan kuas keseluruh permukaan kayu dan di-lap dengan kain katun untuk meratakannya
    Warna dasar berfungsi untuk menyeragamkan warna kayu dan membantu / memudahkan untuk mendapatkan warna yang diinginkan

Varnishing (color)

    Gunakan Biovarnish untuk interior atau BioPoliture untuk exterior, pilih sesuai dengan warna yang diinginkan.
    Encerkan dengan air bersih dengan perbandingan ( 2 bagian varnish / 1 bagian air) aduk sampai benar-benar rata.
    Balut bulu kuas dengan kain katun dan gunakan untuk mengaplikasikan larutan varnish sampai rata keseluruh permukaan media
    Ulangi lagi sampai 2 sampai 3 kali sampai mendapatkan hasil finishing yang halus dan rata sesuai dengan yang diinginkan.

Varnishing clear (clear coat) jika perlu

    Jika perlu, untuk mendapatkan hasil sempurna dan tahan lama akhiri dengan menutup lapisan warna dengan bahan varnish clear coat.
    Pilih Biovarnish intuk interior atau BioPoliture untuk exterior, Lakukan dengan cara aplikasi seperti diatas.

sumber: http://bioindustries.co.id/cara-finishing-kayu-dengan-bahan-water-based-wood-varnish-sistem-kuas-2936/

apakah kerajinan itu


Kerajinan adalah sebutan bagi suatu benda hasil karya  manusia. Kerajinan terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan atau benda maupun barang pakai. Biasanya istilah ini diterapkan untuk cara tradisional dalam membuat sesuatu.

Kerajinan terdiri dari 2 jenis yaitu :
1. Kerajinan bahan alam ;
merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan alam atau bahan dasarnya bahan-bahan alam seperti : serat alam ,bambu,rotan .
2. Kerajinan bahan buatan ;
 merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan buatan seperti : plastik,gips,sabun,lilin,dan lain lain.

Hasil kerajinan yang memiliki nilai arti lebih bisa disebut benda seni ,sebaliknya barang yang di buat untuk sekedar dipakai sesuai kebutuhan hidup tidak bisa disebut hasil karya seni.

Seseorang bisa dengan mudah membedakan mana barang seni dan mana yang bukan,tatkala seseorang tersebut merasakan bahwa benda yang di hadapannya adalah unik maupun sulit untuk membuatnya pada masa dimana belum ada alat yang mampu mempermudah dalam pengerjaannya,sebagai contoh patung kuno yang masih bertahan hingga sekarang,maka kita akan bertanya bagaimana orang jaman dahulu membuatnya,teknik apa yang di buatnya.

Dan pandangan kita sebagai orang masa sekarang bisa menilai bahwa patung tersebut merupakan barang seni bernilai tinggi.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa barang seni adalah benda yang kelihatan unik dalam pembuatan dalam tingkat kerumitan,keindahan serta ketelatenan pada proses pembuatannya serta menilai tingkat kreatifitas pembuatnya.

angklung,alat tradisional prestasi modern


dengan judul "angklung,alat tradisional prestasi modern",saya berusaha menjelaskan bagaimana bisa disebut sebagai prestasi modern.

  • Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Awal mula dimainkannya angklung adalah lantunan suara murni dalam bahasa daerah sunda serta dengan pakem atau aturan musik yang klasik,sedangkan kini dalam perkembangannya,para seniman angklung bahkan bisa berkolaborasi serta menyesuaikan dengan lagu lagu mancanegara sesulit apapun,dengan hasil yang pas sesuai tangga nada.
Coba kita lihat,angklung tidaklah bagus di mainkan hanya satu orang.Semakin banyak dan kompak para pemainnya maka semakin indah dan membahana.
Karena kesuksesan inilah maka banyak dari seniman angklung kita dikenal diluar negeri,bahkan ketertarikan mereka diwujudkan untuk bisa belajar di sanggar - sanggar seni yang ada di daerah bandung.
Pada hakekatnya semua juga tergantung pada diri kita sebagai orang Indonesia,jika orang barat aja bisa tertarik,kenapa kita harus malu dengan budaya asli kita yang terbukti bagus dan tidak membawa pengaruh buruk bagi mental apalagi kesehatan...orang bermain angklung tidak akan mabuk mabukan,,,orang bermain angklung tidak akan membawa narkoba,karena mereka tahu bahwa kesenian ini adalah kebanggaannya.

Sejarah kain tekstil

Sejarah tekstil
Istilah tekstil dewasa ini sangat luas dan mencakup berbagai jenis kain yang dibuat dengan cara ditenun, diikat, dipres dan berbagai cara lain yang dikenal dalam pembuatan kain. Kain umumnya dibuat dari serat yang dipilin atau dipintal guna menghasilkan benang panjang untuk ditenun atau dirajut sehingga menghasilkan kain sebagai barang jadi. Ketebalan atau jumlah serat, kadar pilihan, tekstur kain, variasi dalam tenunan dan rajutan, merupakan faktor yang mempangaruhi terciptanya aneka kain yang tak terhitung macamnya.
Awal mulanya manusia berpakaian karena rasa malu ( manusia pertama yang semula telanjang mulai merasa malu karena ketelanjangannya itu dan berusaha mencari daun-daunan sebagai penutup tubuhnya). Dalam perkembangannya, manusia yang hidup dari berburu mulai menggunakan kulit hewan buruannya sebagai pakaian. Masa berikutnya, manusia yang berpakaian bulu/kulit hewan itu berangsur-angsur pindah dari daerah panas ke daerah dingin (manusia saat itu masih hidup berpindah pindah/nomaden) dan akhirnya menetap setelah mereka mengenal hidup bertani untuk kelangsungan hidupnya.
Hal yang berharga dari digunakannya bulu/kulit hewan sebagai penutup tubuh ini adalah penemuan tidak sengaja kain yang kemudian disebut lakan/felt. Kain yang semula gumpalan bulu hewan itu digunakan sebagai penutup telapak kaki manusia primitif yang sangat halus. Karena terus-menerus digunakan, maka gumpalan bulu itu terkena panas, keringat, tekanan dari kaki, yang menghasilkan kain-kain tanpa proses tenun. Penemuan berharga inilah yang mengawali pembuatan kain bukan tenunan, dari bahan berserabut dan serat buatan.Kemudian, manusia mulai belajar membuat tambang (yang nantinya berkembang kearah pembuatan tali dan juga benang) dari tumbuhan rambat atau disebut “ivy” dan rami atau “flax”. Pembuatan tali/tambang ini adalah untuk keperluan membuat tempat tidurnya yang pada masa itu digantungkan diantara pepohonan besar untuk menghindari serangan binatang buas di malam hari. Di samping itu untuk keperluan membuat jala penangkap ikan.
Setelah memperoleh keahlian dalam menghasilkan tali/tambang yang kasar itu, mereka berusaha untuk mendapatkan tali/benang yang lebih tipis. Usaha mereka adalah dengan menjalin rambut manusia. Suatu pekerjaan yang tidak ringan namun hasilnya tidaklah sebesar yang diharapkan. Dalam perkembangannya, manusia menemukan suatu serat halus yang dihasilkan oleh binatang kecil yaitu ulat sutera. Dari situlah diupayakan pembuatan benang tenun yang halus. Penemuan yang masih primitif itu kemudian menjadi prinsip dasar pembuatan kain sutera. Perkembangan demi perkembangan berlanjut dengan penemuanpenemuan kecil dari kehidupan sehari-hari manusia primitif ini.
Perkembangan teknik menenun berjalan sejajar dengan keahlian membuat benang. Penemuan lain pada masa itu antara lain adalah yang berasal dari serat serabut yang menghasilkan antara lain wol dan katun. Dari penemuan
ini kemudian didapati kenyataan bahwa lebih mudah memintal benang dari serat serabut daripada serat alamiah. Dengan serat serabut diperoleh benang yang tidak putus-putus. Dapat disimpulkan bahwasannya hasil menggintir, memintal dan akhirnya menenun pada masa kini adalah hasil dari penemuan dari manusia primitif yang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara yang sangat sederhana.

Pengolahan bahan dasar tekstil
Barang-barang tekstil merupakan hasil akhir dari serangkaian proses yang berkesinambungan. Pembuatan tekstil dimulai dari satuan terkecilnya, yaitu
serat. Pembuatan tekstil sangat erat kaitannya dengan proses pengolahan selanjutnya, yaitu pemintalan serat menjadi benang, benang menjadi kain, hingga akhirnya terwujud kain sebagai suatu produk akhir. Serat sebagai satuan terkecil dari berbagai jenis tekstil, dibuat dari bahan dasar khusus yang memiliki panjang dan diameter tertentu, serta memiliki sifat mikroskopik, fisik dan kimia yang dapat dikenali. Agar cocok digunakan untuk tekstil, serta harus memiliki panjang yang lebih besar sebanding dengan diameternya, serat harus lentur serta kuat untuk menahan ketegangan dalam berbagai proses pembuatan. Serat tersebut harus murah harganya, mudah diperoleh dan harus selalu tersedia. Disamping itu, serat harus sesuai untuk segala suasana, baik suhu maupun tekstur, memiliki sifat menyerap bahan celup, nyaman dipakai dan mudah dibersihkan dengan cara tertentu. Biasanya serat-serat diklasifikasikan menurut asal-usulnya, yaitu serat alamiah (serat yang berasal dari sumber alam) dan serat buatan atau serat sintetis (dibuat oleh manusia dengan metode tertentu).
Serat bisa berbentuk pendek, seperti kapas, atau sangat panjang seperti serat sutera dan filamen. Filamen dapat digunakan sebagaimana adanya karena panjangnya yang luar biasa. Tetapi, serat yang lebih pendek seperti kapas harus melalui proses permintaan agar panjangnya memadai. Sejumlah proses harus dilakukan untuk mempersiapkan serat agar bisa dimanfaatkan dalam berbagai system pemintalan yang dewasa ini digunakan.


SEJARAH KERAJINAN KERAMIK NUSANTARA


Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang merupakan potensi bahan baku untuk produk-produk kerajinan .Salah satu potensi alam tersebut adalah tanah liat yang terdapat hampir di seluruh Indonesia baik di Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa, Kalimatan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, bahkan di Papua. Tanah liat sebagai bahan utama untuk pembuatan keramik sangat menguntungkan karena bahannya relatif mudah di dapat dan hasil produknya sangat luas pemakaiannya.
A. Sejarah Perkembangan Kerajinan Keramik Nusantara
Secara pasti sangatlah sulit untuk dikatakan daerah mana yang mula-mula yang merupakan pusat perkembangan keramik di Indonesia. Dari segi teknik pembuatannya benda-benda keramik yang oleh para ahli sejarah disebut “paddle and anvil technique” atau teknik tatap batu, suatu teknik pembuatan keramik tradisional yang saat ini masih dipergunakan di daerah-dareah di Indonesia.
Meninjau hasil karya keramik dari beberapa daerah di Indonesia sangat menarik karena terasa ada suatu karakteristik sangat khas yang menjiwai benda-benda tersebut.
Daerah tersebut antara lian Kalimantan dengan keramik Singkawang yang menghasilkan guci-guci besar. Daerah ini menghasilkan benda keramik dengan teknologi pembakaran tinggi mulai abad XIX. Singkawang merupakan daerah migrasi orang-orang China Hokkian, yang banyak keahliannya membuat guci. Sementara masyarakat tradisional tetap melakukan aktivitas untuk membuat gerabah tradisional untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan kekuatan apa adanya.
1. Jaman Penjajahan Belanda
Teknologi pembuatan keramik dapat dikatakan mulai berkembang dengan didirikannya Laboratorium Keramik atau “Het Keramische Laboratorium”
pada tahun 1922 di Bandung. Fungsi utama laboratorium ini sebagai pusat penelitian bahan bangunan seperti bata, genteng, saluran air dan sebagainya yang terbuat dari tanah liat. Selain itu mengembangkan juga teknologi glasir untuk barang gerabah halus yang disebut dengan „aardewerk‟. Bahan glasir didatangkan dari Belanda. Selanjutnya di Plered Purwakarta didirikan sebuah pabrik keramik dengan dilengkap alat-alat produksi masinal untuk mengolah bahan tanah liat. Pabrik ini berfungsi sebagi induk yang memberikan bimbingan dalam pembuatan bahan bangunan dan gerabah halus berglasir kepada para perajin setempat. Pabrik keramik di Pleret yang dimaksudkan sebagai pusat penyuluhan di Jawa barat terpaksa gulung tikar. Sedangkan pusat induknya di Bandung hidupnya masih belum menentu keberadaannya. Tetapi walaupun dengan pemasukan teknologi impor ini, keramik Indonesia belum mengalami kemajuan yang pesat. Pusat penyuluhan bidang keramik sasarannya pada kehidupan gerabah pedesaan saja. Masyarakat kota belum banyak mengenal keramik bakaran tinggi pada masa itu, dan lebih suka menggunakan barang impor dari negeri China atau Eropa.
2. Jaman Pendudukan Tentara Jepang
Dengan masuknya tentara Jepang , pabrik keramik di Bandung telah di rubah namanya menjadi “Toki Shinkenjo”. Laboratorium ini berfungsi sebagai balai penelitian yang meneliti dan mengembangkan serta memproduksi barang-barang keramik dengan suhu bakar tinggi. Produknya antara lain: bata tahan api, botol sake, dan sebagainya. Barang-barang tersebut dibuat untuk keperluan bala tentara Jepang di Indonesia.
3. Jaman Pemerintah Republik Indonesia
Sejak pemerintahan dipegang pemerintah republik Indonesia, maka “Toki
Shinkenjo” berubah nama menjadi Balai Penyelidikan Keramik (BPK), dalam operasionalnya dilengkapi dengan alat-alat pengujian dan alat-alat produksi yang lebih modern. Fungsi dan tugas BPK semakin berkembang, tidak hanya berporduksi barang-barang keramik, gelas, isolator listrik tetapi juga aktif melakukan kegiatan penelitian barang-barang mentah keramik hasil temuan bahan keramik di beberapa tempat.
Dengan diketemukannya bahan-bahan mentah yang melimpah seperti kaolin, felspard, kwarsa dan sebagainya. maka sejak tahaun 1960-an bermunculan pabrik-pabrik keramik dibebebrapa kota. Produknyapun bermacam-macam seperti produk gerabah,stoneware dan porselin, jenis produksinya antara lain peralatan makan dan minum, benda hias, barang tahan api, bata tahan api, alat-alat teknik, gips, email, dan keramik bahan bangunan. Sekitar tahun 1969 BPK mencoba mengembangkan apa yang disebut dengan keramik „biru putih‟ yaitu imitasi keramik China yang pembakarannya pada suhu 1300 derajat celcius.
Dengan diperkenalkanya produk ala China ini maka banyak perusahaan lain di kota Bandung memproduksinya; seperti pabrik keramik di Kiara Condong, pabrik keramik Tanah Agung di kota Malang, serta pabrik keramik di Plered-Purwakarta. Produk keramik dengan corak biru putih tersebut ternyata banyak penggemarnya. Pada masa Pelita ke dua munculah harapan-harapan baru untuk penggunaan benda keramik di hotel-hotel di Jakarta dan di kota-kota lain. Benda keramik tersebut berupa peralatan makan, hiasan dan tempat bunga. Kemudian berlanjut ke masyarakat kota yang mulai terbiasa menggunakan benda-benda keramik dan sedikit demi sedikit munculah keinginan benda tersebut sebagai kebutuhan rumah tangga.
Kehidupan dunia keramik mulai bangkit dan tumbuhnya perusahaan kecil dan menengah yang bergerak dibidang keramik seperti terdapat di Bandung, Plered-Purwokweto, Klampok, Bayat-Klaten, Malang, Yogyakarta dan lainnya daerah di luar Jawa. Dengan perjalanan waktu, dan dengan adanya pendidikan tinggi seni rupa seperti ITB Bandung, ASRI (ISI) Yogyakarta, ASTI (ISI) Surakarta dan universitas lainnya mulai menelurkan seniman akademisi keramik yang turut menghidupkan dunia keramik saat ini.
Namun, ditengah kemajuan industri keramik dunia, industri keramik Indonesia belum mengalami kemajuan yang signifikan walaupun kemajuan dalam bidang keramik ini sudah menjadi tuntutan pasar. Hal ini disebabkan karena sarana dan prasarana, berupa alat-alat untuk mengembangkan industri keramik itu termasuk mahal. Selain itu teknologi yang adapun sulit didapat. Sebab bahan-bahan untuk keramik maju harus bahan yang lebih murni. Tetapi usaha-usaha untuk mengembangkan industri keramik, berupa penelitian-penelitian tetap dilakukan, kegiatan seperti ini telah menjadi kegiatan rutin seperti Balai Besar Keramik di Bandung, juga kegiatan-kegiatan pengembangan desain untuk benda keramik di industri seperti di Sango Semarang, industri keramik di Tangerang dan di industri lainnya.
Dari hasil pembinaan dan bimbingan dari pemerintah dan pihak terkait, baik produktivitas dan variasi bentuk juga pengalaman perajin semakin meningkat. Perkembangan dari bentuk produk keramik yang masih melekat ciri khas dari masing-masing daerah semakin menarik dan memperkaya hasil budaya bangsa. Perkembangan dunia pariwisata yang makin maju memberikan dampak yang sangat bagus bagi perkembangan keramik.
Dengan dicanangkannya desa wisata seperti: di desa Pager Jurang-Bayat Klaten, desa Kasongan-Bantul, Klampok-Banjarnegara, Banyumulek- Lombok semakin meningkatkan produktivitas dan kualitas juga pemasaran produk keramik yang semakin berkembang hingga kini.

ORNAMEN TRADISIONAL

Ornamen Tradisional

Latar belakang sejarah ornamen tradisional dan klasik
Sejarah kehidupan manusia menunjukkan bahwa perkembangan seni sejalan dengan perkembangan penalaran pandangan hidup manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya warisan budaya yang turun temurun, diantaranya adalah seni ornamnen atau seni hias yang mampu hidup dan berkembang ditengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Seni ornamen merupakan suatu ungkapan perasaan yang diwujudkan dalam bentuk visual sebagai pelengkap rasa estetika dan pengungkapan simbol-simbol tertentu.

Ornamen tradisional merupakan seni hias yang dalam teknik maupun pengungkapannya dilaksanakan menurut aturan-aturan, norma-norma serta pola-pola yang telah digariskan terlebih dahulu dan telah menjadi suau kesepakatan bersama yang akirnya diwariskan secara turun temurun. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka setiap karya seni yang telah mengalami masa
perkembangan dan diakui serta diikuti nilainya oleh masyarakat merupakan suatu tradisi, adat kebiasaaan dan pola aturan yang harus ditaati, baik teknik maupun pengungkapannya.
Perjalanan sejarah ornament tradisional sudah cukup lama berkembang, berbagai macam pengaruh lngkungan dan budaya lain justru semakin menambah perbendaharaan senirupa , khususnya seni ornament atau seni hias., sehingga akhirnya muncullah berbagai ornament yang bersifat etnis dan memiliki ciri khas tersendiri.

1 2 3

Jenis Kulit dalam Industri Kerajinan Kulit








Di dalam industri perkulitan banyak dijumpai jenis, corak, warna dan ketebalan kulit yang digunakan untuk proses produksi.Bahkan masih banyak konsumen yang tidak mengerti tentang  kulit yang sedang dilihatnya
Beberapa jenis kulit yang dihasilkan dari proses pengolahan kulit adalah :
1. Kulit full grain : Kulit yang disamak dengan zat penyamak full krom dengan nerf atau rajah yang masih asli, tidak dibelah atau digosok. Jenis kulit seperti ini mempunyai kualitas tinggi sehingga dapat menaikkan harga kulit.
2. Kulit Corrected Grain Kulit yang disamak dengan zat penyamak krom, minyak, dsb karena kualitas kulit tidak baik yang disebabkan oleh cacat alami seperti dicambuk, penyakit cacar, ditusuk, dsb sehingga menimbulkan cacat pada permukaannya.Untuk mengantisipasi cacat yang ada pada permukaan kulit, maka kulit dihaluskan dengan mesin amplas sampai halus, kemudian dicat dengan menggunakan cat sintetis. Kualitas kulit ini kurang baik dan agak kaku.
3. Kulit light buffing :Kulit ini proses pengerjaannya hampir sama dengan kulit corrected_hanya bedanya kulit "light buffing" di amplas ringan pada permukaannya, jadi kulit ini kualitasnya lebih baik.
4. Kulit Artificial: Kulit ini keindahannya terletak pada proses penyelesaian akhir, yaitu dengan cara memberi motif tertentu, misal buaya, biawak, ular, motif kulitjeruk dsb.Tujuan pemberian motif adalah untuk menutupi cacat yang diakibatkan oleh cacat alami atau mekanis. Kulit artificial sering menyerupai aslinya atau disebut kulit buatan.
D. Jenis Kulit Berdasarkan Istilahnya
a. Kulit Batik :Kulit jadi dibuat dari domba/kambing saoi.
b. Kulit Beledu: Kulit jadi dari kerbau, sapi, kuda, domba, kambing, dsb. yang disamakkrom yang bagian nerf (permukaannya) diamplas halus; biasanyadigunakan untuk sepatu, jaket, dll.
c. Kulit Boks (Full grain, corrected grain):.Kulit jadi yang umumnya dibuat dari kulit sapi dan lazim digunakan untuk kulit sepatu bagian atas (upperleather).
d. Kulit Garaman: pengurai.
e. Kulit Split: Kulit jadi dari sapi, kuda, kerbau, yang dibelah dengan mesin belah yang menghasilkan 2 bagian atau lebih, yaitu bagian nerf (grain split) dan daging (flesh split) yang digunakan untuk sepatu, sandal, ikat pinggang,dan sebagainya.
f. Kulit Glace: Kulit matang dari kulit sapi, kuda, kerbau, domba, kambing yangdisamak krom yang biasa digunakan untuk pembuatan sepatu wanita.
g. Kulit Jaket :Kulit jadi/matang yang umumnya dibuat dari kulit domba, kambing yanglazim disamak krom dan umumnya digunakan untuk jaket.
h. Kulit Kering: Kulit segar yang telah dikeringkan, biasanya dengan cara dijemur padasinar matahari.
i. Kulit Lapis (Lining: )Kulit jadi/matang dari kulit domba, kambing, sapi, kerbau yang lazim disamak nabati, diwarna atau tidak diwarna yang digunakan untukpelapisan.
j. Kulit Lap: Kulit jadi dari kulit domba, kambing yang disamak minyak dan diamplas pada bagian nerf hingga menghasilkan kulit lunak, rata danlemas; biasanya digunakan untuk lap kaca, optik, dll.
k. Kulit Perkamen: Kulit mentah yang sudah dalam keadaan kering dan digunakan untuk pembuatan wayang, kap lampu, penyekat, kipas, bedug, dansebabainya.
l. Kulit Print Kulit: yang dicetak sesuai dengan gambar yang dikehendaki, misal motif kulit jeruk, buaya, biawak, dan sebabainya.
m. Kulit Samak Bulu: Kulit dari sapi, kerbau, kuda, kambing, dsb. yang disamak krom atau kombinasi dengan tidak dilepas bulunya dan digunakan untuk jokmobil, jaket, mebel, dan lain-lain.
n. Kulit Sarung TanganKulit jadi/matang yang dibuat dari kulit sapi, domba, kambing yang disamak krom dan hanya digunakan untuk sarung tangan.
o. Kulit Sol: Kulit jadi/matang yang dibuat dari kulit sapi, kerbau yang disamak dengan bahan nabati, biasanya digunakan untuk sepatu bagian bawah, pelana kuda, tempat kamera dan lain-lain.
p. Kulit Tas atau Koper:Kulit jadi/matang yang dibuat dari kulit sapi, kuda, kerbau yang disamak nabati dan digunakan untuk pakaian kuda, tas, koper, ikat pinggang.
q. Kulit untuk alat olah raga: Kulit jadi/matang dari kulit sapi, kuda, kerbau, domba, kambing yang digunakan untuk alat olah raga, misal kulit untuk bola, sepatu bola,shuttle cock, sarung tinju, dan lain-lain.

Catatan:Tidak semua kulit binatang memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri perkulitan, terutama dalam industri yang menggunakan bahan kulit alami.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,antara lain,
1. Macam/Jenis binatang (ternak). Kulit kerbau berbeda dengan kulit sapi (lembu). kulit kambing berbeda dengan kulit domba.
2. Area geografi (asal) ternak.
3. Kulit sapi madura berbeda dengan kulit sapi fries holland.
4. Aktivitas ternak.
5. Kulit sapi perah berbeda dengan kulit sapi potong.
6. Masalah kesehatan ternak
7. Usia ternak.
Image

Beauty

Copyright © 2016 Free Blogger Templates | Distributed By Gooyaabi Templates . All rights reserved.